BeritaHukrimKriminalPeristiwa

Kejahatan Fasilitas Publik Terus Berulang di JLS, Di Mana APH?

Kejahatan Fasilitas Publik Terus Berulang di JLS, Di Mana APH?

 

SAMPANG, SuaraPertiwi.id — Aksi pencurian dan perusakan fasilitas penerangan jalan kembali terjadi hari ini di kawasan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Sampang. Belum genap satu bulan sejak kabel tembaga lampu jalan digasak maling, pelaku kembali beraksi dengan pola yang nyaris identik: timer lampu penerangan raib, pintu panel listrik dijebol dan dirusak secara paksa. Kejahatan ini berlangsung terbuka, seolah pelaku sama sekali tidak gentar terhadap aparat penegak hukum (APH). Sabtu 31-1-2026.

Rentetan kejadian yang terjadi hari ini, menjadi penanda telanjang rapuhnya sistem keamanan di kawasan JLS. Aksi kriminal berulang di lokasi yang sama, dengan modus serupa, namun hingga kini tak satu pun pelaku berhasil diungkap ke publik. Situasi ini memicu pertanyaan keras dari masyarakat: di mana peran dan kehadiran APH selama ini?

Praktisi hukum Jakfar Sodik, SH, mengecam keras kejadian pencurian yang kembali terjadi hari ini. Ia menilai peristiwa tersebut sebagai bentuk pembiaran serius terhadap kejahatan atas aset negara yang berdampak langsung pada keselamatan publik.

“Kejadian yang terjadi hari ini ini membuktikan bahwa pelaku sama sekali tidak takut hukum. Ini adalah pencurian dan perusakan aset negara yang tidak boleh ditoleransi. APH harus segera turun tangan, mengusut tuntas, dan menangkap pelaku tanpa alasan apa pun,” tegas Jakfar Sodik, SH.

Menurutnya, pencurian timer lampu dan perusakan panel listrik bukan sekadar vandalisme, melainkan tindak pidana murni yang membahayakan pengguna jalan.

“Lampu jalan padam, risiko kecelakaan meningkat, dan kawasan menjadi rawan kriminalitas. Ini bukan persoalan kecil. Negara dirugikan dan nyawa masyarakat dipertaruhkan. Aparat wajib bertindak cepat dan tegas, bukan sekadar menyatakan masih melakukan penyelidikan,” tambahnya.

Akibat kejadian yang terjadi hari ini, jalur vital penghubung antarkawasan tersebut kembali gelap gulita. Kondisi ini memperkuat dugaan adanya kelalaian serius dalam pengamanan fasilitas publik.

Warga mendesak APH segera melakukan patroli intensif, pengamanan panel listrik, serta penindakan hukum terbuka. Jika kasus yang terjadi hari ini kembali berlalu tanpa kejelasan, maka keamanan JLS patut dipertanyakan secara serius, dan APH tidak bisa terus berlindung di balik narasi klise.

Negara tidak boleh kalah oleh maling fasilitas umum, dan aparat tidak boleh terus diam saat aset rakyat dijarah—terlebih saat kejahatan itu kembali terjadi hari ini. (SIR)

Related Articles

Back to top button