Gubernur Jatim Anugerahkan Sampang sebagai Daerah dengan Implementasi Industri Hijau Terbaik

SAMPANG, SuaraPertiwi.id — Kabupaten Sampang kembali mencatat prestasi membanggakan di tingkat provinsi. Pada gelaran Festival Industri Hijau 2025, Sampang resmi dinobatkan sebagai daerah dengan implementasi prinsip industri hijau terbaik se-Jawa Timur.
Penghargaan prestisius ini diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen pemerintah daerah dalam mendorong industri yang ramah lingkungan, efisien, dan berkelanjutan.
“Alhamdulillah, kerja keras dan komitmen kita berhasil meraih peringkat pertama dalam penghargaan Industri Hijau kategori pemerintah daerah,” ujar Bupati H. Slamet Junaidi usai menerima penghargaan.
Abah Idi akrab disapa menegaskan, capaian tersebut bukan hasil yang lahir secara instan, melainkan buah dari kolaborasi lintas sektor yang terus dibangun pemerintah daerah bersama pelaku industri, lembaga pendamping, serta masyarakat.
Penilaian terhadap Kabupaten Sampang meliputi berbagai indikator, mulai dari alokasi anggaran, penyelenggaraan sosialisasi dan pendampingan industri, fasilitasi bagi IKM, hingga pengadaan barang/jasa berkelanjutan serta kemitraan di sektor industri hijau.
Bupati Sampang juga memberikan penegasan mengenai esensi dari industri hijau bagi masa depan Sampang. “Penghargaan ini bukan hanya simbol, tetapi bukti bahwa Sampang serius membangun industri yang maju tanpa merusak lingkungan. Prinsip industri hijau yang kita jalankan menekankan efisiensi energi, pengurangan limbah, penggunaan bahan ramah lingkungan, serta peningkatan kapasitas UMKM agar tumbuh lebih sehat dan berdaya saing,” ungkapnya.
Lewat forum dan pendampingan yang terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Sampang, lanjut dia, harapannya makin banyak pelaku industri yang berkomitmen menjalankan prinsip industri hijau.
Penerapan Nyata Industri Hijau di Kabupaten Sampang. Komitmen Sampang terhadap industri hijau tercermin dalam berbagai program konkret, di antaranya adalah Sosialisasi industri hijau yang rutin digelar Disdagrin Sampang, menyasar pelaku industri kecil-menengah dari sektor makanan, minuman, logam, plastik, hingga kerajinan. “Program ini mendorong pelaku usaha menerapkan efisiensi energi, pengurangan limbah, dan penggunaan bahan baku ramah lingkungan,” ungkapnya.
Pendampingan bagi pelaku IKM, termasuk fasilitasi menuju sertifikasi industri hijau agar mereka memenuhi standar produksi bersih (cleaner production) dan berkelanjutan. Penerapan inovasi hijau pada UMKM, seperti penggunaan pewarna alami dan pengelolaan limbah cair pada industri batik di Sampang, guna memastikan proses produksi lebih aman bagi lingkungan.
Penguatan kemitraan sektor industri, baik skala besar maupun kecil, untuk mengadopsi teknologi ramah lingkungan dan praktik produksi efisien sesuai arahan pemerintah provinsi. Dengan serangkaian langkah tersebut, Sampang dinilai mampu menghadirkan keseimbangan antara pertumbuhan industri dan kelestarian lingkungan.
Mengukuhkan Sampang sebagai Daerah yang Berkelanjutan. Prestasi ini sekaligus mengukuhkan posisi Kabupaten Sampang sebagai daerah yang konsisten menghadirkan pembangunan industri berkelanjutan.
Capaian tersebut juga menjadi kontribusi nyata dalam mendukung misi Jawa Timur sebagai gerbang baru Nusantara yang inklusif, tangguh, dan berorientasi pada masa depan.
“Insyaallah, dengan komitmen bersama, Sampang akan terus memperluas implementasi industri hijau, bukan hanya untuk meraih penghargaan, tetapi demi menjaga lingkungan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan mempersiapkan industri Sampang agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” pungkas Bupati. (SIR)





