Konflik Timur Tengah Memanas, Pemerintah Tegaskan Haji Tak Boleh Dipaksakan

SAMPANG, Suara Pertiwi.idl – Pemerintah tidak ingin mengambil risiko dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026. Di tengah memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, Kementerian Haji dan Umrah RI menegaskan keselamatan jemaah menjadi harga mati.
Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, memastikan hingga saat ini persiapan haji tetap berjalan sesuai jadwal. Namun, ia menegaskan situasi terus dipantau ketat dan tidak boleh dianggap sepele. “Persiapan sudah hampir 100 persen, tidak ada kendala berarti. Tapi kami tidak akan gegabah. Keselamatan jemaah itu prioritas utama, tidak bisa ditawar,” tegasnya saat kunjungan di Sampang, Senin (23/03/2026).
Didampingi Ketua PCNU Sampang, M Itqon Bushiri, Gus Irfan secara terbuka mengakui bahwa skenario terburuk sudah dihitung. Pemerintah, kata dia, tidak ingin kecolongan jika konflik benar-benar pecah. “Evakuasi ratusan ribu jemaah itu bukan perkara ringan. Presiden sudah mengingatkan, jangan sampai kita terlambat mengambil keputusan. Semua harus dihitung matang,” ujarnya.
Sebagai bentuk keseriusan, Kemenhaj telah menyiapkan skenario darurat secara menyeluruh. Mulai dari pembatasan jumlah jemaah, pengalihan rute penerbangan, hingga langkah evakuasi jika kondisi di lapangan berubah drastis. “Kalau situasi memaksa, opsi itu sudah ada. Bisa saja jemaah diberangkatkan bertahap, dialihkan rutenya, atau langkah lain demi keselamatan. Intinya, kami tidak datang tanpa rencana,” tandasnya.
Meski demikian, berdasarkan komunikasi terakhir dengan otoritas Arab Saudi, kondisi masih dinyatakan aman dan terkendali. “Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah Arab Saudi. Sampai saat ini, mereka menyatakan situasi masih aman,” jelasnya.

Di akhir pernyataannya, Gus Irfan meminta masyarakat tidak terprovokasi isu yang beredar. Ia menegaskan pemerintah akan bersikap terbuka jika situasi berubah. “Tidak perlu panik. Tapi juga jangan lengah. Kami pastikan, setiap perkembangan akan disampaikan apa adanya,” pungkasnya. (SIR)