Berita

Bupati Sampang Tegaskan Perbaikan Menyeluruh RSUD dr. Mohammad Zyn

Bupati Sampang Tegaskan Perbaikan Menyeluruh RSUD dr. Mohammad Zyn

 

SAMPANG, SuaraPertiwi.id — Pemerintah Kabupaten Sampang menggelar diskusi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD dr. Mohammad Zyn (RSMZ), Jumat (06/02/2026). Forum yang berlangsung di aula utama RSMZ ini menjadi ruang evaluasi menyeluruh sekaligus penyampaian masukan strategis guna membenahi layanan rumah sakit milik daerah di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang layak dan manusiawi.

Kegiatan dibuka langsung oleh Direktur RSUD dr. Mohammad Zyn yang menekankan pentingnya keterbukaan, evaluasi objektif, serta kolaborasi erat antara manajemen rumah sakit dan pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa tuntutan publik terhadap pelayanan kesehatan yang cepat, adil, dan profesional harus dijawab dengan langkah konkret, bukan sekadar wacana.

Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, dalam forum tersebut menegaskan bahwa peningkatan mutu layanan kesehatan merupakan komitmen utama Pemerintah Kabupaten Sampang. Ia meminta jajaran RSUD tidak terpaku pada urusan administratif semata, melainkan menjadikan keselamatan dan kenyamanan pasien sebagai prioritas utama.

“RSUD dr. Mohammad Zyn adalah wajah pelayanan kesehatan Kabupaten Sampang. Maka pembenahan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kualitas SDM, manajemen pelayanan, hingga fasilitas. Masyarakat harus benar-benar merasakan kehadiran negara melalui layanan kesehatan yang layak,” tegas Bupati yang akrab disapa Aba Idi.

Usai diskusi, Aba Idi mengungkapkan kondisi riil RSUD dr. Mohammad Zyn yang saat ini menampung sekitar 280 pasien rawat inap, jumlah yang dinilainya sudah tidak manusiawi jika tidak diimbangi dengan kapasitas dan fasilitas memadai. Karena itu, menurutnya, penambahan dan pengalokasian rumah sakit menjadi kebutuhan mendesak.

“Kondisi rumah sakit kita saat ini menampung kurang lebih 280 pasien rawat inap. Ini jelas tidak manusiawi jika dibiarkan tanpa solusi. Maka rumah sakit ini harus dilakukan pengalokasian dan pengembangan,” ujar Aba Idi kepada awak media.

Ia juga mengungkapkan bahwa Pemkab Sampang telah melakukan koordinasi intensif dengan Bappenas dan Kementerian Kesehatan, serta telah menerima arahan langsung dari Presiden Republik Indonesia terkait pembangunan rumah sakit.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Bappenas dan Menteri Kesehatan. Bahkan sudah keluar arahan Presiden, bahwa Presiden menginstruksikan Menteri Kesehatan untuk mendorong pembangunan rumah sakit di Kabupaten Sampang, khususnya di Madura,” ungkapnya.

Terkait anggaran, Aba Idi menegaskan bahwa meski terdapat pengurangan anggaran secara nasional, Pemkab Sampang tetap mengamankan sektor kesehatan sebagai prioritas utama, terutama untuk mendukung Universal Health Coverage (UHC).

“Alhamdulillah, meskipun ada pengurangan anggaran, tetap ter-cover. Anggaran-anggaran yang ada memang kami fokuskan untuk UHC, agar masyarakat tetap mendapatkan akses layanan kesehatan,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang, Yuliadi Setiyawan, menambahkan bahwa diskusi ini merupakan bagian dari upaya sinkronisasi kebijakan antara pemerintah daerah dan manajemen rumah sakit agar pembenahan tidak berjalan parsial.

“Evaluasi pelayanan tidak boleh berhenti. Pemerintah daerah akan terus mendukung pembenahan sistem, termasuk penguatan regulasi dan tata kelola, agar RSUD mampu memberikan pelayanan yang optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.

Direktur RSUD dr. Mohammad Zyn menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan penuh dari Bupati dan jajaran Pemkab Sampang. Ia memastikan seluruh masukan yang disampaikan dalam forum tersebut akan ditindaklanjuti secara konkret.

“Diskusi ini menjadi energi positif bagi kami. Seluruh masukan akan kami jadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki layanan, baik medis maupun nonmedis, agar RSUD dr. Mohammad Zyn semakin dipercaya masyarakat,” ungkapnya.

Diskusi berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab antara para dokter spesialis dan Bupati Sampang. Sejumlah isu krusial mengemuka, mulai dari kualitas pelayanan pasien, manajemen antrean, peningkatan fasilitas, hingga kedisiplinan SDM. Pemerintah daerah berharap forum ini menjadi titik awal transformasi layanan kesehatan di Sampang yang lebih humanis, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (SIR)

Related Articles

Back to top button