BeritaPeristiwa

Ditepis Keras Isu Keterlibatan, Haji Her Tegaskan Kooperatif Hadapi Klarifikasi KPK

Ditepis Keras Isu Keterlibatan, Haji Her Tegaskan Kooperatif Hadapi Klarifikasi KPK

 

SURABAYA, SuaraPertiwi.id — Ketua Yayasan Haji Her Peduli Indonesia, Muhammad Taufik, meluruskan sekaligus menegaskan posisi H. Her dalam pusaran isu yang berkembang terkait pemanggilan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia memastikan, kehadiran H. Her murni sebagai bentuk kepatuhan hukum, bukan karena keterlibatan dalam perkara.

Taufik menegaskan, pemanggilan tersebut hanya berkaitan dengan pendalaman informasi atas tiga tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Bea Cukai. Ia menepis keras spekulasi yang mencoba mengaitkan H. Her dengan perkara tersebut.

“H. Her tidak memiliki hubungan hukum apa pun dengan para tersangka. Kehadiran beliau semata-mata untuk memberikan keterangan yang dibutuhkan penyidik,” tegasnya. Sabtu (11/04/2026).

Ia juga membantah narasi yang menyebut H. Her mangkir dari panggilan KPK. Menurutnya, tudingan itu tidak berdasar dan mencerminkan informasi yang disajikan secara serampangan.

“Surat panggilan diterima pada hari yang sama, sementara beliau sedang berada di luar kota. Secara faktual, tidak mungkin dipenuhi di hari itu juga. Jadi, ini jelas bukan mangkir,” ujarnya dengan nada tegas.

Taufik menilai, pemberitaan yang tidak utuh berpotensi menggiring opini publik ke arah yang keliru, bahkan cenderung menjadi penghakiman tanpa dasar.

“Kami melihat ada kecenderungan informasi dipotong-potong hingga menimbulkan persepsi yang menyesatkan. Ini harus diluruskan,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa tanpa menunggu jadwal ulang, H. Her justru datang secara sukarela pada hari berikutnya untuk memenuhi panggilan klarifikasi. Sikap tersebut, menurutnya, menunjukkan komitmen menghormati proses hukum.

“Beliau datang atas kesadaran sendiri. Ini bentuk tanggung jawab dan itikad baik sebagai warga negara,” ucapnya.

Taufik kembali menekankan, kehadiran tersebut tidak bisa ditafsirkan sebagai indikasi keterlibatan dalam kasus yang sedang ditangani KPK.

Di sisi lain, ia mengajak publik untuk melihat rekam jejak H. Her secara objektif. Ia menegaskan, H. Her bukan pengusaha rokok seperti yang kerap disalahpahami, melainkan pelaku usaha tembakau yang selama ini berperan dalam menjaga stabilitas harga di tingkat petani, khususnya di Madura.

“Ketika harga tembakau anjlok, beliau justru hadir membeli dengan harga layak. Itu langkah berisiko yang tidak semua orang berani ambil,” jelasnya.

Menurutnya, kontribusi tersebut menjadikan H. Her sebagai figur yang memiliki kepedulian nyata terhadap petani, bukan sosok yang layak disudutkan tanpa dasar yang jelas.

Mengakhiri pernyataannya, pihak yayasan meminta publik dan media untuk lebih berhati-hati dalam menyikapi informasi yang beredar.

“Jangan sampai opini liar merusak nama baik seseorang. Bersikap objektif itu penting, apalagi terhadap pihak yang selama ini terbukti memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (SIR)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button