BeritaPemerintahan

Gus Ipul Turun ke Sampang: Gandeng Kiai NU, Bedah Akurasi Bansos hingga Akar-rumput

Gus Ipul Turun ke Sampang: Gandeng Kiai NU, Bedah Akurasi Bansos hingga Akar-rumput

 

SAMPANG, SuaraPertiwi.id – Kunjungan Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), ke kediaman Rois Syuriah PCNU Kabupaten Sampang, KH. Syafiuddin Abdul Wahid, di Pondok Pesantren Darul Ulum I Gersempal, Sabtu (04/04/2026), bukan sekadar agenda seremonial. Pertemuan ini menjadi titik tekan penting untuk menguji sekaligus memperkuat efektivitas distribusi program sosial pemerintah hingga ke lapisan paling bawah.

Forum tersebut mempertemukan jajaran pengurus PCNU dari empat kabupaten di Madura—Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Kehadiran lintas wilayah ini menandakan bahwa persoalan sosial di Pulau Garam tak bisa ditangani secara parsial, melainkan membutuhkan orkestrasi kolektif yang serius dan terukur.

Dalam diskusi yang berlangsung terbuka namun sarat kepentingan strategis, Gus Ipul menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja dalam ruang hampa. Ia secara gamblang mengakui keterbatasan negara dalam menjangkau realitas sosial di tingkat bawah tanpa keterlibatan aktif para kiai dan struktur Nahdlatul Ulama.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kami butuh mata dan telinga para kiai agar bantuan sosial benar-benar tepat sasaran. Tanpa itu, program bisa meleset dari tujuan,” tegasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa peran NU tidak lagi sekadar moral force, tetapi juga mitra kontrol sosial yang konkret di lapangan.

Menanggapi hal itu, KH. Syafiuddin Abdul Wahid menyambut positif langkah Mensos yang dinilai berani turun langsung menyerap dinamika riil masyarakat Madura. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara ulama dan umara bukan sekadar jargon, melainkan kebutuhan mendesak untuk memastikan program tidak berhenti di atas kertas.

“Kami siap mengawal, selama orientasinya jelas: kemaslahatan umat. Sinergi ini harus dijaga agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, bukan hanya laporan administratif,” tandasnya.

Tak hanya soal kemiskinan, forum ini juga menyinggung pentingnya menjaga stabilitas keamanan melalui pendekatan yang lebih humanis dan persuasif. Kehadiran unsur Forkopimcam, termasuk Kapolsek Omben Iptu Sujinarto dan Danramil Omben Lettu Inf Murakib, mempertegas bahwa penguatan sosial tidak bisa dilepaskan dari stabilitas keamanan wilayah.

Pertemuan yang berlangsung sekitar tiga jam itu ditutup dengan komitmen untuk menindaklanjuti diskusi menjadi langkah konkret. Gus Ipul bersama rombongan kemudian bertolak kembali ke Surabaya, membawa agenda besar: memastikan jaringan sosial pemerintah benar-benar menyentuh dan bekerja efektif di Madura. (SIR)

Related Articles

Back to top button