BeritaOlahragaPemerintahan

Festival Pencak Silat Sampang 2026: Ketua DPRD Dorong Generasi Muda Jaga Warisan Leluhur

Festival Pencak Silat Sampang 2026: Ketua DPRD Dorong Generasi Muda Jaga Warisan Leluhur

SAMPANG, SuaraPertiwi.id — Dentuman semangat budaya menggema dari Pendopo Trunojoyo saat ratusan pesilat tumpah ruah dalam Festival Seni Pencak Silat Kabupaten Sampang 2026. Lebih dari sekadar seremoni, ajang yang diikuti sekitar 500 peserta dari berbagai padepokan ini menjelma menjadi panggung pernyataan sikap: pencak silat tetap hidup, berdaulat, dan menjadi napas identitas Sampang di tengah gempuran budaya modern. Rabu (28/01/2026).

Festival yang mengusung semangat pelestarian warisan leluhur ini tercatat sebagai salah satu event budaya terbesar di awal tahun 2026 di Kabupaten Sampang. Kehadiran unsur TNI–Polri hingga Ketua DPRD Sampang, Rudi Kurniawan, mempertegas bahwa pencak silat bukan sekadar seni bela diri, melainkan instrumen strategis pembentukan karakter bangsa.

Sorotan utama tertuju pada Ketua DPRD Sampang Rudi Kurniawan yang tampil tegas menyuarakan komitmen politik kebudayaan. Ia menegaskan bahwa pencak silat merupakan identitas bangsa yang tidak boleh tergerus zaman, serta menempatkan generasi muda sebagai garda terdepan pelestarian nilai-nilai luhur tersebut.

“Pencak silat adalah jati diri bangsa. Kalau generasi muda kehilangan silat, maka kita sedang kehilangan akar. Festival ini bukti bahwa Sampang serius menjaga warisan leluhur sekaligus menyiapkan generasi juara,” tegas Rudi Kurniawan dalam sambutannya.

Ia bahkan menargetkan Sampang tidak hanya menjadi tuan rumah event budaya, tetapi bertransformasi sebagai salah satu pusat perkembangan pencak silat nasional, baik dari sisi prestasi atlet maupun penguatan nilai filosofisnya.

“Pencak silat masih dan akan selalu punya ruang besar di hati masyarakat. Dari sinilah akan lahir juara-juara yang mengharumkan nama Sampang dan Indonesia,” tambahnya.

Pembukaan festival berlangsung khidmat dengan nuansa kebangsaan. Lantunan Indonesia Raya yang diikuti seluruh peserta dan tamu undangan, dilanjutkan pembacaan Prasetya Pesilat Indonesia, Janji Atlet, dan Janji Juri, mempertegas bahwa pencak silat menjunjung tinggi etika, moral, dan sportivitas. Festival ini ditegaskan bukan semata kompetisi, melainkan ruang pembentukan karakter dan penghormatan terhadap nilai leluhur.

Sementara itu, Ketua Umum IPSI Sampang, H. Munadi, menekankan bahwa filosofi pencak silat bertumpu pada kegigihan, ketenangan jiwa, serta penghormatan terhadap sesama. Ia menyebut festival ini sebagai momentum strategis untuk menjaring dan membina bakat-bakat muda secara berkelanjutan.

“Festival ini menjadi ruang penting dalam mencari potensi atlet muda yang siap mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Dengan melibatkan berbagai kategori usia, pembinaan bisa berjalan lebih terarah dan terstruktur,” tegas H. Munadi.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan penuh antusiasme. Ratusan peserta dan tamu undangan tampak menikmati seluruh rangkaian acara. Penyelenggara berharap Festival Seni Pencak Silat Kabupaten Sampang terus menjadi simbol pelestarian budaya sekaligus benteng karakter bangsa di tengah derasnya tantangan era modern. (SIR)

Related Articles

Back to top button